"Obligasi dan KIK EBA selain untuk pendanaan juga untuk mengatasi masalah maturity mismatch" ujar Iqbal, kemarin (20/1). Maklum, tenor kredit BTN rata-rata 15 tahun. Sedangkan sumber pendanaan di luar obligasi dan KIK EBA biasanya bertenor lebih pendek.
Soal pemilihan waktu di semester 1-2010 untuk menerbitkan obligasi dan KIK EBA, Direktur BTN Sand Pardede punya jawaban. Menurut dia, semester I adalah waktu yang tepat untuk menerbitkan produk pasar modal ini.
Soalnya, sampai akhir semester 12010, Bank Indonesia (BI) belum akan menaikkan tingkat bunga acuan (BI rate).
Nab, karena tingkat bunga obligasi dan KIK EBA bakal naik seiring kenaikan BI rate, maka makin cepat dua instrumen itu terbit, ongkos penerbitan semakin murah.
Kembali ke kinerja, bank yang baru saja listing di pasar modal ini menargetkan penyaluran kredit Rp 20 triliun tahun ini. Artinya, BTN menargetkan pertumbuhan kredit antara 25%-30%. Sampai akhir tahun 2009, penyaluran kredit BTN mencapai Rp 16 miliar.
Total outstanding kredit BTN di akhir 2009 mencapai lebih dari Rp 40 triliun. Angka ini naik dari outstanding 2008 sebesar Rp 32,03 triliun. "Pertumbuhan kredit BTN memang di atas rata-rata industri, bisa mencapai 27%-28%," ujar Iqbal.
Untuk target laba bersih tahun ini, BTN membidik kenaikan 15% dari pencapaian laba bersih tahun lalu. Adapun per tumbuhan laba bersih BTN tahun 2009 diperkirakan sekitar 10%-15%.
Herry Prasetyo, Andri Indradie